Pengemis Tua

|

Tulisan 6







Lusuh bajumu, menempel di tubuh legammu

Sendu matamu, isyaratkan beratnya hidupmu

Keriput kulitmu, paparkan usia senjamu

Terseret kakimu melangkah di atas tir hitam yang kering

Beralas plastik hitam yang ditali di atas mata kaki

Berbelok ke setiap rumah

Tak peduli panas matahari terserap lewat celah pori-porimu

Hanya demi mengumpul uang receh

Untuk sekedar mengisi perutmu

yang sudah mengkriput

melekat pada tulangmu



Saat hujan turun,

plastik hitam di kakimu menjadi penutup kepalamu



Sungguh, menitik air mata ini

tiap kali melihatmu

Masih bersemangat mempertahankan hidup

Dada berdegup kencang, sesak

Tenggorokan sakit,

menahan kepedihan yang kamu alami



Saat kau hilang dari pandangan

Bayang dirimu tergambar jelas di otakku



Saat ku bersujud, bersimpuh di hadap-Nya

Hanya syukur yang terus terucap

Masih ada orang yang lebih berat hidupnya

daripada hidup yang selama ini kita jalani

Dan di hati kecil, setiap melihat hal serupa,

selalu timbul pertanyaan:

"Di manakah anak-anaknya?"

Dan kembali menilik ke diri,

"Aku adalah seorang anak. Aku tak menginginkan orang tuaku menjadi seperti itu kelak."

0 komentar:

Posting Komentar